Friday, November 6, 2009

Menjadi yang Terasing

(Maaf ga diupload di FB, karena tadi tiba2 gagal masuk FB lagi walau dah pake ultrasurf. Jadi, di sini saja ya. Maaf)

Sebenarnya aku sempat merasa ragu-ragu untuk publish notes ini. Aku takut tulisan ini malah jadi boomerang bagiku. Tapi yah,, karena mungkin penting, karena kawan-kawan ingin mengetahuinya, yah.. Maafkan aku sebelumnya ya..

*             *             *

Baru kini aku merasakan keterasingan itu, kini saat aku memutuskan untuk mencoba bersabar meninggalkan hal-hal yang aku cintai. Kemarin dulu, orang-orang masih membiarkanku dengan penampilanku asalkan aku masih bersama-sama mereka. Kemarin dulu, orang-orang masih tersenyum manis padaku karena aku masih bersama-sama mereka. Kemarin dulu, orang-orang menyanjungku karena aku bersama-sama mereka dan berjuang bersama mereka. Kemarin dulu, aku menikmatinya dan bersama-sama mereka berjuang serta melakukan hal-hal yang kami cintai.

Sekarang, sungguh aku masih mencintai hal itu wahai kawan-kawan seperjuanganku. Aku juga masih menyukai kalian wahai kawan-kawan seperjuanganku. Bagaimanapun, kalian adalah salah satu kenangan terindah yang pernah tertoreh dalam hidupku. Eratnya rasa kebersamaan dan seperjuangan. Pengertian dan komunikasi walaupun tidak terucap melalui kata-kata. Just understanding and do it. Do the best for the team. Aku pun masih ingin bermain-main dengan kalian wahai kawan-kawan seperjuanganku. Namun tak lagi seperti dulu, tak lagi di depan khalayak. Aku malu wahai kawan. Tak patutlah diri ini beraksi di tengah khalayak seperti itu. Tak patut, wahai kawan. Mungkin aku masih mau untuk bermain jikalau kita bermain di tempat tertutup yang tak seorangpun lelaki melihat kita, wahai kawan.

Salahku memang karena tak dapat mengkomunikasikan hal tersebut jauh-jauh hari. Mungkin memang salahku pula aku belum berhasil melatih seseorang yang diharapkan dapat menggantikanku, dengan kemampuan yang setara pula denganku. Di masa-masa lalu pun tak sanggup aku keluar meski hanya untuk menonton saja, bukan bermain langsung. Mempersilahkan calon penggantiku untuk tampil. “Jangan, Fa! Memang dia akan jadi penggantimu, tapi jangan sekarang! Mumpung masih ada kamu, kamu yang harus main Fa! Ini pertandingan penting,” demikian selalu kalian katakan. Sekarang pun, kalian masih mengharapkanku. “Terakhir, Fa! Tahun terakhir! Kamu satu-satunya andalan kami. Pemain lain memang banyak, tapi tak ada untuk posisimu! Kalaupun ada, dia tidak jago!” begitu kalian membujukku. Tapi aku tak ingin lagi menunda untuk meninggalkannya wahai kawan. Karena aku tak tau kapan hidupku akan dihentikan. Sudah cukup beberapa tahun aku menundanya, pantang kutunda lagi. Bersyukur Allah masih memberikanku kesempatan untuk berbenah diri.

Berkali-kali kalian mencoba mengajakku melalui seseorang yang aku segani. Aku takut hatiku luluh ketika aku mencoba meladeni. Oleh Karenanya, maafkan aku yang memutuskan untuk tidak bicara wahai kawan. Aku tahu kalian tentu akan sedih, kesal, dan menyesalkan ketiadaanku di sana (maaf kalau ternyata aku Cuma GR). Dan akupun sedih jika melihat kalian dalam keadaan tidak bersemangat, sedih, dan kesal. Lebih-lebih jika aku yang membuat kalian seperti itu. Namun sekali lagi maaf ya, kawan.. aku tidak akan tampil lagi selama persyaratan tadi belum terpenuhi. Dan aku masih menyayangi kalian, kawan-kawanku.

Pun di saat-saat seperti ini, aku disibukkan oleh suatu pertanggungjawaban yang begitu menyita konsentrasi, waktu, tenaga, pikiran, kesabaran.. Lalu hal tersebut terasa begitu menekan karena kerumitan prosedural negara kita dan banyaknya gangguan yang mengajak kita pada ketidakjujuran. Demikian tidak jujurnya. Tidak wahai penasihat-penasihat kami. Walaupun apa yang akan kita tuntut adalah hak kita, tapi tidaklah kita dihalalkan untuk mengambilnya dengan jalan yang tidak haq. Biarlah, biar.. jika pada akhirnya tidak kami peroleh hak tersebut asalkan kami tidak terjerumus dalam lubang ketidakjujuran, kecurangan, dan kelicikan. Namun kami berdoa agar dapatlah hak tersebut kami peroleh dengan jalan-jalan yang diridhoi oleh sang Pencipta langit, bumi, dan apa-apa yang ada di dalamnya.

Di saat-saat seperti ini, aku merasa memerlukan suatu dukungan. Tapi aku tak bisa mengharapkan hal tersebut dari manusia. Memang sedih rasanya ketika seseorang yang kauharap akan memahami kondisimu dan mendukungmu malah meninggalkanmu. Aku juga merasakannya. Oleh karena itu, dalam keterasingan ini, hanya Allah sajalah tempatku bernaung. Dia yang tak akan pernah membuatku kecewa.

Ya hayyu, ya qoyyum.. birohmatika astaghits, ashlihli sya’ni kullah. Wa la takilni ila nafsi, thorfata ‘ain…

Posted by re_here at 15:18:18 | Permalink | Comments (10)

Friday, October 30, 2009

Mari Menjaga Kesehatan

Semester ini, aku merasa waktu berjalan semakin cepat saja. Sepertinya tak akan cukup waktu tersebut untuk menyelesaikan setiap tugas dan pekerjaan. Baru melakukan beberapa pekerjaan saja, tiba-tiba waktu sudah berlalu sedemikian cepatnya. Menyelesaikan pekerjaan menjelang deadline menjadi suatu tren baru dalam hidupku. Seminggu berlalu rasanya seperti sekejap saja. Tiba-tiba, wew sudah akhir pekan saja! Dan sekejap lagi, wew sudah hari Senin lagi!

Cepatnya waktu berlalu sering diimbangi dengan mengurangi waktu tidur dengan dampak yang bermacam-macam. Dari kadang-kadang bangun kesiangan, bangun dengan ga fresh (pegel-pegel), pusing, ngantuk, dan kadang-kadang juga sakit. Mengenai sakit ini, aku mengakui bahwa mungkin juga karena kesalahanku. Pada suatu malam menjelang ujian, aku belajar hingga larut. Rasanya ingin tidak tidur saja saat itu. Kalaupun tidur, jangan lama-lama deh. Alhasil, malam itu, aku sukses belajar sampai larut sekali dan tertidur di lantai. Padahal saat itu sedang musim penghujan, hawa malam agak-agak “semribit”.

Keesokan paginya, saat terbangun.. Aku merasakan dalam rongga dadaku terasa sangat lembab, batuk pun tak tertahankan. Hiiy, jadi agak-agak takut kalau flek-nya kambuh. Seketika itu juga aku bertekad, ga lagi-lagi deh sengaja tidur di lantai ubin selama masih bisa tidur di tempat tidur. Apalagi kalau ga pakai alas kaya’ waktu itu. Cari penyakit aja… sebelum apapun yang ditakutkan terjadi, aku segera menelan kapsul-kapsul habatussauda dengan rajinnya. Semoga cepat sembuh, Nak!

Beberapa hari yang lalu, aku kembali begadang untuk mengerjakan suatu urusan. Kalau pusing karena penatnya pekerjaan, rehat dulu. Rehatnya ngemil or nge-game (aduh, Nak.. jangan menyia-nyiakan waktumu untuk nge-game forever! Kalau sekali-sekali, boleh ga ya?). Agak fresh, lanjut lagi kerjanya. Begitu seterusnya hingga tak terasa sudah lewat tengah malam. Yah, kira-kira jam setengah 2 malam, kupaksa diriku untuk rela tidur.

Sekitar 4 jam kemudian, aku merasakan ada sesuatu yang bergetar-getar. Ternyata ada telepon dari my mom. Alhamdulillah, jadinya bangun jugalah diriku.. Ga terlalu kesiangan, insya Allah. Dalam telepon, ibu mengingatkanku untuk menjaga kesehatan. Mengingatkanku ‘tuk tak lupa makan. “Makan tapi jangan sekedar kenyang! Makan makanan yang bergizi. Tambah dengan minum suplemen.”

Jleb, jleb.. makanan yang bergizi ya? Huks, huks.. akhir-akhir ni aku sering makan makanan tak bergizi. Fhh, ini tidak boleh dibiarkan. Jangan-jangan tidak optimalnya kerja akhir-akhir ini juga karena kurangnya asupan dari makanan yang bergizi? Baiklah, mari kita kembali ke pola makan yang sehat. Semoga dengannya akan terbentuk juga pola hidup yang sehat. Tak lupa untuk terus berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa melindungi diri kita.

* * *

“Allohumma ‘afini fi badani, Allohumma ‘afini fi sam’i, Allohumma ‘afini fi bashori. La ilaha illa anta. Allohumma inni a’udzubika minal kufri wak faqri, wa a’udzubika minal ‘adzabil qobr. La ilaha illa anta.”

“Ya, Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. AKu berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau.”

(Dikutip “Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih” yang disusun oleh Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas . Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no.7-1), Abu Dawud (no. 5090), dan Ahmad (V/42) dari Abu Bakrah radhiyallohu ‘anhu. Lihat Shahih al-Adabil Mufrad (no.539)).

Posted by re_here at 22:35:37 | Permalink | Comments (10)

Tuesday, February 5, 2008

Waspada!!!

Hmm… tempat ibadah aja ga aman ya. Hari ini tas sobatku ilang beserta isinya di tempat ibadah. Waktu liburan, laptop temanku ilang di tempat ibadah juga. Yang kebangetan, waktu temenku tidur di tempat ibadah, kacamata yang lagi dipakainya ilang! (Kalo’ yang terakhir ni mau kasihan tapi pengen ketawa. Kacamata gitu loh…..Cool)

Ga semua tempat ibadah sich. Lebih tepatnya tempat ibadah di lingkungan perkuliahanku yang tercinta. Sebenernya yang ditekanin bukan di tempat ibadahnya, di kantin juga rawan kok. Cuma yang  bisa diambil hikmahnya, waspada donk! “Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat jahat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan,” gitu kata Bang Napi. Perkecillah kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melakukan kejahatan. Dalam kasus tadi, mbok ya bila ingin meninggalkan barang, titipkanlah pada orang yang dapat dipercaya. Bila ternyata tak ada orang yang dapat dipercaya, bawalah barangmu ke manapun kamu pergi. Gituuu….. (Kalau mau ninggalin, biasanya itu kaus kaki. Terserah deh kalau ada yang berminat ma kaus kakiku. Tongue out).

Posted by re_here at 13:26:45 | Permalink | Comments (6)

Monday, January 15, 2007

Pulang Kampung

Hwe…hwe..hwe… dah lama ga nulis di blog nich. Hampir 1 bulanan lebih kali ya. Ya, maklumlah. Desember kemarin sibuk buaaanget. Dari yang namanya MAKRO (Malam Keakraban Elektro) sampe Ujian Akhir Semester. Alhamdulillah dah kelar dengan hasil yang cukup bagus. Nach, sekarang aku dah pulang kampung!!!

Seneng dech pulang kampung. Ternyata banyak yang merindukan kepulanganku nich. Kebanyakan teman-teman satu angkatan dan adik-adik kelas. Kebanyakan pula cowo’. Hehehe… bukannya laris, tapi kebanyakan temen-temenku dulu cowo’ sich *sampe sekarang juga sichTongue out* .

Sebenernya ni hari pertama aku keluar rumah, ke warnet. Jadi belum ada banyak cerita. Paling tadi pagi ada SMS dari temen satu ekskul waktu SMA. Katanya kangen, pengen ketemu. Jadinya kita ketemuan di warnet dech. Kata dia, dia dikasih tahu ma temen dekatku yang tadi malam kutelpon kalo’ aku dah balik ke Salatiga. Katanya, temen dekatku tadi ngasih tahunya sambil heboh, teriak-teriak di lapangan kampus! Smile

Trus di warnet ketemu dech aku ma adik kelas, tapi  aku lupa namanyaLaughing. Dia yang nyapa duluan. Karena penasaran, aku tanyain ke temanku. Jadi inget lagi, dach. Dan……… di warnet aku juga ketemu ma temenku nge-game! Asik dah pokoknya. Sayangnya SMA baru libur. Tapi ga papa, masih banyak yang bisa dilakukan. Makan di Gudeng Mbak Tun, Soto Ceria, Mie Ayam SMA, Mie  Ayam Pak Ndhut, Batagor Stella, Siomay Kampus, dll. *Makanan mulu, nich Laughing*.

Kesan pertama pulang kampung… dingin. Hehehe, namanya aja gunung. Alhasil airnya juga sejuk, bersih, alami, bagus untuk kesehatan kulit. Dijamin nggak mandi berhari-hari pun nggak bakal sakit kulit. Tapi jorok ah, nggak mandi berhari-hari. Yasudahlah, aku mau liburan dulu yach… Ni ada sajak bikinan Rio anak Mesin:

Ada kayu, ada jablay 

See you, goodbye

Hehehe…..Wink

Posted by re_here at 03:21:10 | Permalink | Comments (14)

Thursday, November 30, 2006

Buku-Buku……

Hehe… hari ini aku dapet kritik. Katanya tulisanku terlalu berat.. “Aku ga ngerti!” katanya. Yawdah, kali ini yang ringan aja dech. Critanya ni tentang buku.

Minat baca di keluargaku bisa dibilang cukup tinggi. Semuanya jadi ngiler, lupa diri dan waktu kalau udah megang buku bagus. Kenapa begitu? Mungkin saja semua itu terkait dengan pola pendidikan dan keadaan di keluargaku.

Dulu itu ya, waktu aku masih kecil dan belum sekolah, di rumahku ada yang namanya TV. Hehe.. tapi TV itu enggak banget dech! Kalo’ ga salah, antara tahun ‘93 - ‘94 kan udah ada RCTI, ANTV, dan lain-lain. Soalnya waktu aku ke rumah temenku, di sana udah ada saluran-saluran itu. Nah, TV di rumahku itu channelnya cuma satu. Kalo’ dah nyalain TV dan keluar gambar, ya udah, yang ditonton ya itu. Nah, gambarnya itu kalo’ nggak TPI ya TVRI. Pindah ke channel lain? Dipastikan bahwa kami akan menemukan acara ‘semut-semut masuk TV’. Heheh.. dengan demikian kawan-kawan, hingga anak-anak di keluargaku besar kayak gini, kami semua ga hobi nonton TV. Ada aja yang bisa dikerjakan selain nonton TV.

Pola pendidikan? Hehe.. ga tau juga nich. Yang jelas, seingatku ya.. kalo’ kami ulang tahun, hadiahnya pasti buku. Ga sembarang buku, bahkan kadang-kadang bisa dikatakan terlalu berat untuk anak-anak seumuran kami. Trus, ayahku kan sering pergi tuch… naaa… baliknya juga bawa buku. Dan aturan tak tertulis yang dengan sendirinya dipatuhi: bila seseorang dapet buku, maka anggota keluarga yang lain boleh membacanya. Jadinya, aku kelas 2 SD dah baca Sherlock Holmes, STOP, Malory Towers, dll. Kelas 4 SD, baca-baca petualangan-petualangan para pelaut macam Vasco da Gama, Amundsen, Christopher Colombus, dll. Kelas 6 SD bacaannya Tom Sawyer sampe’ Max Havelaar. Hehehe…. Satu lagi yang ditekanin, KOMIK adalah barang TERLARANG di rumah kami!!! Wah, ga pernah baca komik donk? Ga usah munafik dech, aku pernah baca komik juga kok. Minjemnya diam-diam, bacanya diam-diam juga. Caranya? Buka buku pelajaran, masukkan komik di dalamnya, dan nikmati. Wekeke… dan jika lupa dengan trik itu, kemudian terderngar pintu kamar terbuka, aku bakal cepet-cepet nyimpen itu komik di bawah bantal dan pura-pura tidur.Tongue out Hehehe..

Apa lagi? Oia, dulu kami langganan koran dan majalah banyak banget.

Koran              : Republika

Tabloid             : Adil, Tekad

Majalah            : Intisari, Hidayatullah, Amanah, Mentari Putra Harapan

Kekeke.. dan semuanya tuntas terbaca. Malah rebutan mbacanya.. tapi saat terjadi krisis moneter, satu per satu kami mengeliminasi bacaan-bacaan tersebutFrown. Hingga kini, Republika dan Hidayatullah lah yang masih bertahan.

Ngomong-ngomong tentang buku, aku ada pengalaman lucu (kalo ga jayus sich..Tongue out) tentang majalah Intisari.

*          *          *

Bulan itu, awal bulan… terdengar suara motor yang khas. Aku segera ceria, karena kutahu itu adalah tukang koran langganan keluarga kami. Dia pasti membawakan Intisari. Segeralah kusambut tukang koran itu. Yak benar..!! Setelah mengucapkan terima kasih dan menunggunya berlalu, aku segera masuk rumah dan membacanya. Mumpung lagi nggak ada orang, jadinya ga’ usah rebutan.

Tiba-tiba aku merasa sakit perut. Waduh, pengen boker nich! Padahal bacanya belum selesai. Gimana nich? Ntar kalo’ kutinggal majalahnya, trus kakakku pulang gimana? Pasti diambil tuch majalah n’ susah ngrebutnya kalo kakak belum selesai.  Disembunyikan? Ach! Penasaran ma artikel berikutnya nich. Yawdah, akhirnya kuputuskan untuk kubawa ke kamar mandi sekalian aja lah! Heheh..

Krik..krik.. asik nech, biar lagi boker tetep aja masih bisa baca. Sekalian aja abisin baca tuch majalah di dalam sono. Fiuh.. akhirnya selesai juga majalahnya.. hajatnya juga dah terpenuhi. Lalu kutaruh majalahnya di rak di kamar mandi yang sering buat naruh buku juga.. lalu beristinja’ dulu dech.

Tiba-tiba, terdengar suara bel berbunyi. “Ting.. tong.. ting.. tong… Assalamu ‘alaikum!!!”

SurprisedAku terkejut dan segera kusambar majalah dari rak yang letaknya tepat di atas bak mandi. Dan.. “Byuuur!!!” jatuh dech ke dalam bak…Sealed

Segera kuselamatkan majalahnya dan kubawa keluar. Huh…. kubuka pintu. Och, ternyata kakakku. Dia melihat majalah yang kubawa. Segera direbutnya majalah itu, “Majalah baru ini, dek?”

Undecided Iya,” jawabku cuek.

Lalu saat kakakku menyentuh halaman belakangnya..”Baru kok kriting gini?!!Yell Apa tadi hujan?” tanyanya..

“Kecebur bak mandi!!! Innocent” jawabku cuek sambil ngabur ke kamar.

*          *          *

Heheh…. yach, moga-moga tulisan ini cukup ringan yach! Meskipun panjangnya juga cukup (panjang). Makasih ya dah baca sampe’ selesai…Smile

Posted by re_here at 14:25:41 | Permalink | Comments (14)

Thursday, November 2, 2006

Bahasa oh Bahasa

Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang sangat penting. Dengan bahasa, kita dapat menyampaikan apa yang maksudkan kepada orang lain. Sebaliknya, kita dapat mengerti pula apa yang disampaikan orang lain kepada kita.

Bahasa secara tidak langsung dapat memajukan teknologi suatu bangsa yang nantinya akan mempengaruhi tingkat ekonomi suatu bangsa. Bagaimana bisa? Sebagai contoh, teknologi saat ini dikuasai oleh bangsa-bangsa Amerika, Jepang, Perancis, dan Jerman. Nah, agar kita dapat mendapatkan pengetahuan tambahan (seperti prinsip kerja, cara kerja, asas yang digunakan, dsb) tentang produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan luar negeri, kita semestinya mengerti bahasa yang digunakan. Dalam hal ini, bahasa Inggris saja tidaklah cukup. Di Perancis, orang tidak akan membocorkan kinerja mereka dalam bahasa Inggris. Anda berbahasa Inggris? Lupakan keinginan Anda untuk mengetahui sesuatu yang penting dari perusahaan kami. Demikian pula dengan Jerman dan Jepang. Lebih-lebih di Jepang, penduduk Jepang benar-benar masih mempertahankan tradisi-tradisi Jepang dan mempergunakan bahasa Jepang dalam segala urusan kependidikannya. Dalam kata lain, semua yang datang ke Jepang harus mengerti dan bisa berbahasa Jepang. Bahasa Inggris tidak akan digunakan dalam percakapan antar bangsa di Jepang.

Apabila kita telah menguasai teknologi yang mereka kuasai, kita perlu mengembangkan teknologi tersebut, dan akhirnya kita harus memasarkan produk dari teknologi tersebut. Dengan penguasaan bahasa yang baik, kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai bangsa dengan bahasa mereka sehingga mereka akan lebih menghargai kita. Mereka juga lebih memahami keunggulan-keunggulan produk kita. Nah, kemampuan kita untuk bersosialisasi seperti itu akan menyukseskan pemasaran produk kita dan secara bertahap ekonomi negara kita akan semakin meningkat.

* * *

Ini ada cerita saat kakak iparku ingin berlebaran di Salatiga. Karena kami sekeluarga akan pergi ke luar kota di hari tibanya sang Kakak, dia transit dulu di Semarang. Dia jalan-jalan keliling kota Semarang, naik angkot ke Simpang Lima.

“Pak, kalau twenty-one(21) ada di mana ya?” tanya kakakku pada Pak Sopir.

“Wah, kalau twenty-one bukan di Simpang Lima Mbak! Twenty-one itu di Kalimas, jauh dari sini,” jawab Pak Sopir.

“Ooo… begitu ya Pak?”

“Iya, Mbak.. lagian kalau siang-siang gini tutup,” lanjut Pak Sopir “kan kalau Ramadhan gini diskotek bukanya malam aja…”

SurprisedHAAH???!! DISKOTEK????” seru kakakku kaget setengah mati.. “Wah, di Semarang itu twenty-one itu diskotek, toh?Undecided” pikir kakakku bingung.

“Wah… bukan, Pak! Bukan twenty-one diskotek, Pak… Saya nyari bioskop kok!” kata kakakku. Dan tahukah apa jawab Pak Sopirnya…

“Oalah…. Mbak!! Itu sih bukan twenty-one Mbak… itu sich dua satu……!Innocentkata Pak Sopir medhok.

“?????!!!????”

Hehehe… emang sih, bioskopnya kan tulisannya 21. Orang awam bacanya ya bukan twenty-one, tapi dua satu!Cool

Posted by re_here at 11:23:28 | Permalink | Comments (4)

Tuesday, October 31, 2006

Semangat Ya, Dhek!!!

Alllow temen-temen ngebloogg… lama ga ngisi, otomatis lama ga mampir ke tempat siapa2 di dunia maya.. Kangeeen..Cry Nah, di suasana Syawal ini aku ngucapin:

“Taqobalallahu minna wa minkum. Met Idul Fitri ya temen-temen… Ifa mohon maaf kalo’ ada kesalahan. Laughing

Nah, temen-temen.. pernah ngerasa males? Pasti pernah dong! Sama, aku juga n ini ada cerita tentang males.

====================

Pernah suatu ketika aku ngerasa maalleessss banget. Tapi gimana ya… aku tu ngerasa nggak nyaman kalo males n ga ngerjain apa-apa. Nah loh, gimana coba? Akhirnya kuputuskan untuk SMS kakakku.

“Kak, gimana cara mengatasi kemalasan tingkat tinggi?”

Kutunggu-tunggu balasan dari kakakku. Lama banget, soalnya aku sampai ketiduran. Akhirnya datang juga balasan..

“Ini pertanyaanmu apa pertanyaan Mas Faisal?”

Haaa….Surprised aku bengong tuch. Kok gini sih jawabannya? Memangnya kakak laki-lakiku satu-satunya itu juga sedang dalam kemalasan tingkat tinggi? Kok klop banget sih? Jadi kujawablah pesan itu

“Emangnya Mas Faisal kenapa? Ini bener-bener pertanyaankku!”

Akhirnya kudapatlah jawaban……….

“Cari bahan-bahan, temukan ide, ambil pensil, dan mulai menulis. =). Semangat ya, Dhek!”

Weeww…. aku bengong lagi -_-‘. Gimana sih si kakak ini? Orang lagi males kok disuruh nulis. Tapi aku nurut aja dan lagi-lagi aku terheran-heran *Jadi orang jangan mudah terheran-heran!!! - kata Ibuku*. Di hari malasku itu, aku justru bisa menghasilkan banyak tulisan! Subhanallah! Kok bisa ya? Ada yang bisa njelasin kejadian ini? Yah, yah… pokoknya tetep semangat!Wink

Posted by re_here at 14:07:58 | Permalink | Comments (3)

Friday, October 13, 2006

Guruku… Dosenku…

Huah…. Pagi ini aku maleeesss banget kuliah. Padahal hari ini kuliahnya asyik-asyik lho: kalkulus ma ilmu lingkungan. Harusnya sich pagi ini masuk kuliah jam setengah sepuluh, tapi sekali lagi malesnya itu.. bener-bener mualeeeeezzz….!!!

Jam delapan bangun, males, tidur lagi. Jam sembilan bangun, males, ngulet-ngulet aja. Setengah jam kemudian baru bener-bener bangun. Dah setengah sepuluh kan? Akhirnya mandi juga deh. Nggak tahu nih, padahal ini bener-bener hari favoritku. Hari yang kuliahnya bener-bener asyik. Tapi ya itu, penyakit males. Alhasil aku sampai di gedung kuliah jam sepuluh tepat. Telat setengah jam.  Untungnya soal kalkulus yang dibahas baru dua. Jadi ga ketinggalan-ketinggalan amat sich.

*          *          *

Ngomong-ngomong tentang kuliah dan sekolah, aku punya guru-guru favorit nih dari SD sampai kuliah semester satu ini.

 

SD

  •  Ibu Marina Lilaningsih alias Bu Lila. Beliau ini guru seni yang ngajarin nyanyi, cara memainkan alat musik, nulis-nulis not balok, ngajarin nyulam juga. Jadi inget nih, kita waktu praktek disuruh bikin taplak. Kelompokku isinya orang-orang yang nggak betah dengan ketelitian jangka panjang (waktu itu, sekarang sih dah bisa insya Allah…), jadinya kami nggak pernah betah lama-lama nyulam. Kami jadi lebih sering mainnya kalau ngerjain tugas nyulam itu. Akhirnya taplak kelompokku nggak pernah tuntas.
  •  Bu Padmi Budiarsi alias Bu Padmi. Nah, kalau yang ini nih… ngajarin mudahnya perkalian dan pembagian. Aku baru ngeh cara ngaliin ama mbagi dari cara ibu ini.
  • Pak Memet Windarto alias Pak Memet yang kumisnya tebal banget. Beliau ini wawasannya luuuuaaaaassss banget. Mau ngomong apa aja ama beliau dijamin nyambung deh! Beliau pecinta sepak bola dan beliau bisa olah raga apa pun.
  •  Pak Supriyadi alias Pak Pri. Nah, yang satu ini bukan guru di SD ku, tapi guru SD tetangga. Aku les di tempat beliau, jadinya bisa kenal beliau. Beliau nih yang ndukung banget ma hobiku (baca). Ngobrolin buku ma beliau? Sip banget, dijamin nyambung juga. Trus beliau juga yang meyakinkan diriku bahwa bakatku ada di matematika. Aku juga nggak percaya kok saat beliau ngasih soal ke aku waktu aku kelas 5 dan aku bisa ngerjain. Ternyata kata beliau, soal itu adalah soal EBTANAS tahun itu. Yah… seneng-seneng ga percaya sih. Tapi nyatanya juga gitu….

 

SLTP

  • Pak Soedjiwo Prakoso alias Pak Djiwo (kalau kakak-kakak kelasku memanggil beliau Pak Prakoso). Beliau ini sudah wafat saat aku kelas 3 SLTP. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Beliau ini guru matematikaku di kelas 1 SLTP. Beliaulah yang selalu percaya bahwa aku bisa dan selalu menyemangati aku bila aku mulai kendor dalam bermatematika. Beliau itu sabaaaaarrrrr banget. Padahal anak-anak kelasku itu kurang ajar banget lho sama beliau. Bener-bener kesannya nggak menghargai beliau saat beliau mengajar. Padahal sebenarnya dalam hati kami juga respek banget sama beliau. Beliau juga tetep seneng bergaul sama kami. Makanya, saat ada kabar meninggalnya beliau…. setiap anak merasa berduka. Suasana kelas hening seketika, memanjatkan doa di hati masing-masing untuk beliau. Suasana yang tak pernah terjadi sebelumnya saat ada berita duka.
  • Bu Nunuk Suliyatun alias Bu Nunuk dan Pak Y. Karyono alias Pak Karyono. Beliau berdua adalah guru-guru fisikaku yang tercinta. Dasar-dasar fisikaku dimantapkan oleh beliau berdua. Bu Nunuk yang mengajar dengan sabarnya, Pak Karyono yang mengajar dengan metode menerangkan sambil mengisi catatan yang belum sempurna. Soal-soalnya… hmm.. bener-bener guru yang baik. Tentu aja soal-soal yang banyak!
  • Pak EM Rachman alias Pak Rachman. Nah, ini nih guru matematika nyentrik. Jago kempo dan kayaknya cara beliau ngajar tu sama kayak kalo nglatih kempo. Pernah suatu hari busur di kelas yang terbuat dari kayu hancur lebur karena beliau pukulkan ke kepala temanku. Hehehe…. nampaknya serem banget kan? Tapi dari beliau kami jadi belajar tentang kehati-hatian, kedisiplinan, ketelitian, dan kerapian. Pokoknya keep fight in teaching aja ya, Pak!
  • Bu Rini Kadarwati alias Bu Rini. Ini mungkin guru matematika yang paling disukai di seluruh SLTP Negeri 1 Salatiga karena guru ini.. cuaannnntiiiiikkkk banget. Padahal beliau sudah punya  empat putera lho! Beliau ini selalu tersenyum, datang di kelas tepat waktu, dan kalau ngajar itu ceeepeeeet banget. Tapi meski demikian, kami tetep ngerti apa yang beliau ajarkan. Beliau ini mengajarkan kecepatan dalam menyelesaikan suatu masalah dengan tetap mempertahankan ketepatan dan ketelitian.

 

SMA

  •  Bu Tanti!! Bu Tanti!!! Siapa anak Ilmu Alam SMA Negeri 1 Salatiga yang nggak kenal guru ini? Parah banget tu anak kalau sampai nggak kenal beliau. Guru ini selalu tersenyum dalam keadaan seperti apapun. Beliau tu guru matematika lho! Nah, ciri khas beliau itu ya senyumnya itu.. sudah jadi rahasia umum bahwa semakin lebar senyumnya maka semakin susah pula soal yang diberikan. Hehehe… seru kan? Jadinya kalau kita dapet soal yang susah, kita jadi ikut-ikutan senyum. Daripada mikir sambil stress, mendingan mikir sambil senyum kan? Tapi meski soal-soalnya susah, kami (kalau nggak ya aku deh….) bersyukur banget dapet guru seperti beliau. Soalnya akhirnya kami jadi terbiasa dengan soal-soal yang susah, jadi di kuliah ini aku nggak terlalu kaget dengan bentuk-bentuk soal yang “lucu-lucu”. Heheheh….
  •  Bu Uswatun Hasanah alias Bu Us. Bu Us! Iya… bener kok. Aku nggak bohong. Dan kayaknya semua anak juga setuju kalau diadakan polling, guru bahasa Indonesia favorit. Iya, kenapa kami suka sama Bu Us? Yah, Bu Us itu enak diajak ngobrol, bisa konsultasi lewat SMS, murah kalau ngasih nilai, suka ngasih kami semangat buat tetep nulis. Haiya.. Bu Us ini juga gaul kok. Suka surfing di internet dan kabarnya beliau bikin blog juga. Sayangnya aku belum tahu alamatnya. Guru yang satu ini semangat kompetisinya masih kayak anak muda aja lho! Di tengah-tengah kesibukannya mengajar, beliau ini masih aktif ikut berbagai kompetisi menulis euy! Percaya atau nggak…. aku bisa tetep survive nulis sampai saat ini juga atas bimbingan dan semangat dari beliau.
  •  Bu Isna Taviani alias Bu Isna. Beliau ini guru fisika yang nyenengin banget, perhatian ma murid-muridnya… kalau nerangin tu jelas banget, nggak bikin bingung. Jadinya konsep-konsep itu tertata dengan rapi. Beliau ini juga suka banget tersenyum, tertawa, dan bisa ikut nyambung dengan yang diobrolkan murid-muridnya. Satu hal lagi yang bikin kami suka pada Bu Isna… beliau ini berpihak banget pada kami dalam hal fisika. Waduh.. apa maksudnya ya? Ya maaf aja, ini sich urusan pribadi murid-guru di SMA 1 Salatiga. Halah.. ya gitu dech.. anak-anak angkatanku kalau baca ini juga bakal ngerti kok apa maksudku (terutama yang pernah les di tempat beliau). Yang jelas, Bu Isna itu merakyat banget dalam berfisika.
  •  Pak Benyamin Ardi Kusnanto alias Pak Ardi. Nah.. yang satu ini sih bukan guru SMA 1 Salatiga. Beliau ini dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang membimbingku dan dua temanku yang lain yang masuk Tim Olimpiade Matematika Salatiga. Beliau ini nih dosen yang asyik banget. Kami diberi soal-soal dari tingkat nasional sampai internasional, Asia-Pasifik, Canadian Mathematic Olympic, dan lain-lain. Soal-soal buatan beliau sendiri juga banyak diberikan kepada kami. Aku sendiri merasakan banyak manfaat dari pelatihan-pelatihan yang beliau berikan, baik saat masih SMA apalagi setelah kuliah seperti ini. Anak SMA, siapa sih yang bisa nerapin Algoritma Euclide untuk menentukan KPK dan FPB? Dari beliau kami bisa. Menentukan angka terakhir dari bilangan yang sangat besar dengan menggunakan modulo? Beliau ini nih yang ngajarin kami…. makasih ya, Pak…

 

Kuliah Semester Pertama

Naaah… kalau kuliah ini, aku kan baru semester pertama… jadinya aku baru bisa nentuin dosen favoritku selama aku belajar di Universitas Indonesia sampai saat ini. Dan beliau adalah…. : Bu Fevi Novkariza alias Bu Fevi!!! Ya… beliau ini dosen favoritku, dosen kalkulus. Nah, semalas apapun aku mau kuliah, aku jadi tetep semangat kalau ada kuliahnya dosen ini. Cara ngajarnya bagai perpaduan antara Bu Rini dan Bu Tanti. Sabar dan cepetnya kayak Bu Rini, tapi soal-soalnya kayak Bu Tanti. Istilah soal-soal yang “lucu-lucu” aku kenal dari beliau. Yah, baguslah… biar kita-kita nggak alergi ma soal-soal susah, beliau gunakan istilah itu: “lucu-lucu”. Haahaaa.. anak-anak sekelas langsung ketawa kalau beliau katakan, “Ya.. ini ada soal yang lucu….” Eh, beliau ini diam-diam perhatian juga lho! Aku bener-bener kaget saat beliau bertanya “Ya.. ada apa Ifa?” Hah? Aku kaget bener.. kok beliau tahu nama panggilanku sich? Padahal kayaknya temen-temenku nggak pernah panggil-panggil aku selama pelajaran kalkulus (soalnya pada serius merhatiin…). Biasanya dosen-dosen kan hanya tahu nama depanku aja.. Yah.. pokoknya Bu Fevi is the best lah!

*          *          *

Nah, itu tadi deretan guru-guru dan dosen favoritku. Apakah di antara beliau ada yang membaca tulisan ini? Wah, aku nggak tahu. Misalkan ada, semoga bisa menambah semangat beliau untuk menjadi pengajar (tepatnya fasilitator) yang lebih baik lagi.

Kemudian  khusus untuk dosen favorit.. ini masih bisa berubah sampai aku bener-bener lulus kuliah lho! Jadi, akankah Bu Fevi tetap jadi dosen terfavoritku nanti? Atau akan ada saingan yang lain? Ya, kita tunggu saja nanti dan doakan moga-moga aku bisa lulus dengan mencapai target yang telah kutetapkan. Amin.

Akhir kata… aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru-guru dan dosenku dari TK sampai kuliah atas ilmu yang telah dibagi-bagikan kepada kami, khususnya diriku. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan balasan yang jauh lebih baik kepada beliau semuanya. Trimakasihku kuucapkan, pada guruku yang tulus…..

Posted by re_here at 15:37:47 | Permalink | Comments (10)

Monday, October 9, 2006

Untukmu Sahabatku

Setelah beberapa minggu mengalami kemacetan berpikir untuk menulis, aku memutuskan untuk mengenyahkan kemacetan itu - bagaimanapun caranya.

Kepada para pengunjung yang belum mengikuti tulisan-tulisanku yang sebelumnya, mohon maaf bila ada tulisan yang tidak terbaca dengan jelas karena warnanya. Soalnya kemarin layoutnya habis kurombak dan tulisan-tulisanku yang lain belum diedit lagi. Laughing

OK, untuk memulai tulisan baru di bulan Oktober, kumulai dengan yang ringan saja yach! Yuk, siap kan? AKu mau cerita tentang aku dan sahabatku. Semoga dapat kita ambil pelajaran yang berharga dari tulisan ini.Cool

* * *

Kami kenal secara tak sengaja saat kelas X (1 SMA). Saat itu kami berada di kafilah yang sama dalam kegiatan Mujahadah. Tapi ya… kenalannya Cuma sampai di situ. Setelah itu kami jarang ketemu karena beda kelas dan kelas kami cukup jauh.

Di kelas XI, kami juga masih jarang bertemu. Seingatku, kami sering bertemu secara tidak sengaja di perpustakaan. Tapi karena kami nggak kenal-kenal banget, jadinya ya …cuma senyum-senyum aja.

Nah, di kelas XI ini kebetulan aku jadi anggota BPH MPK alias Badan Pengurus Harian Musyawarah Perwakilan Kelas. Jabatan ini membuatku berwenang untuk secara diam-diam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh organisasi-organisasi di bawah MPK - dalam rangka mengawasi dan mengevaluasi. Makanya aku gunakan wewengang itu, termasuk di PMR (sahabatku ikut organisasi ini).

Aku jadi sering ketemu ama anak-anak PMR yang asyik-asyik. Aku jadi sering ngobrol sama mereka, ikut kegiatan-kegiatan yang mereka adakan, bercanda bersama, dan sebagainya. Saling menggoda adalah salah satu rutinitas kami. Kebetulan ada seorang anak PMR yang wajahnya mirip dengan aku (atau aku yang mirip dia ya…??Wink). Jadilah anak-anak PMR menggodaku habis-habisan, termasuk sahabatku itu.

Di sinilah awalnya aku memperhatikan sahabatku. Bagiku dia adalah seorang yang unik, cerdas, sabar, dan penyayang. Sementara aku membutuhkan orang yang mau mengajariku, memahamiku, dan menyayangiku. Aku merasa menemukan orang yang cocok.

Aku mulai memberiknya kado saat ia berulang tahun, mengunjungi rumahnya, mengunjungi kelasnya, pulang bersamanya, bermain bersama kawan-kawannya, dan sebagainya. Teman-teman yang lain nampaknya merasakan juga kedekatanku dengannya dan berpikir bahwa aku mulai bersahabat dengannya. Aku pun merasa demikian, aku menganggapnya sebagai sahabatku.

* * *

Seiring waktu berlalu, persahabatan kami terus berjalan. Banyak hal yang telah kami lalui bersama hingga tibalah kami di suatu titik… di mana persahabatan kami mancapai titik kritisnya… di mana tak satu pun dari kami yang mau mengalah…. di mana begitu sering kami mengorbankan perasaan kami masing-masing… untuk mempertahankan prinsip, sementara yang lain tetap berjuang untuk mendapatkan apa yang dimau.

Teman-teman di sekitar kami pun mulai melihat gelagat yang tidak baik. Mereka yang sering berkumpul dengan sahabatku merasa tidak enak bila bertemu denganku. Sebaliknya, teman-temanku pun merasa risih bila harus bertemu dengan sahabatku. Sungguh, masa-masa itu sangatlah tidak enak dan sangat mengguncang jiwaku saat di SMA.

Tapi aku tak pernah putus asa. Aku selalu mengejar sahabatku untuk memperbaiki hubungan kami (iih.. bahasanya ga enak ya? Kesannya maksa…Frown). Tapi begitulah, perstiwa demi pertiwa berlalu sampai kini pun aku masih tak mengerti bagaimana hal itu terjadi. Satu hal yang pasti, kini kami bersabat dengan eratnya. Aku tak tahu bagaimana hl ini bisa terjadi. Aku begitu penasaran hingga aku bertanya padanya,

Eh.. dulu kita kan hampir-hampir nggak bisa disatukan ya.. tapi kok kita sekarang bisa bersahabat sedemikian eratnya sich? Memangnya dulu kita ngapain kok sampai bisa baikan lagi?

Dan jawaban yang kudapatkan sangatlah bijak dan memang kurasakan kebenarannya

Mungkin karena kita dulu saling memaafkan dan saling memberi kesempatan untuk berubah.

* * *

Ah, sahabatku tercinta

Hanya satu yang kutahu

Kaulah sahabat terbaik

Yang pernah kumiliki

Ku ingin segera pulang, hai sahabat..

‘tuk habiskan libur nan indah

lebaran kali ini, hai sahabat..

bersamamu…

Posted by re_here at 03:26:04 | Permalink | Comments (11)

Sunday, September 24, 2006

Ramadhan, Kado Istimewa

Hari Jumat (22/9) malam pukul 22.00 aku dan kawan-kawanku satu angkatan berangkat ke Gunung Geulis, Bogor untuk mengikuti kegiatan menyambut datangnya Ramadhan. Kami tiba di villa pukul 23.40 dan segera terlelap di tempat tidur yang empuk.

*    *    *

Sarapan, satu baki nasi beserta sayur dan lauk pauk dimakan bersama-sama (7 orang)

Outbond, aku senang karena kemampuan logisku dalam bermatematika bisa ikut andil dalam menyelesaikan masalah.

Makan siang, satu baki nasi beserta sayur dan lauk pauk untuk 7 orang. Kami masih kelaparan dan meminta jatah lagi tapi ga’ kesampaian. Akhirnya dibukalah sebungkus besar camilan yang benar-benar ludes dalam sekejap mata. (Aku juga heran karena benar-benar ludes saat aku berkedip Tongue out)

Antre mandi, lama. Jadi bisa ngantre sambil tidur.

Makan malam dan apresiasi seni. Anak-anak jurusanku yang konyol. Aku aja sebagai narator sampai terpingkal-pingkal dan berguling-guling. Habisnya temenku disuruh akting dugem malah jaipongan gitu.

Tidur malam. Kali ini lebih nyenyak dari kemarin.

*    *    *

Dini hari. Kami semua bangun untuk sahur bersama. Kali ini dengan porsi lebih banyak - lantaran kemarin kami protes - 1 baki untuk 4 orang Cool

Selepas sahur dan minum secukupnya, tiba-tiba teman-teman jurusanku terdiam dan….

“Selamat ulang tahun, kami ucapkan

Selamat panjang umur, kita kan doakan

Selamat sejahtera, sehat, sentausa

Selamat ulang tahun dan bahagia”

Aku terpana dengan pemandangan ini. Satu per satu mereka menyalamku dan menciumiku. Teman-teman dari jurusan lain yang mengenalku pun turut menyalamiku.

*    *    *

Ulang tahun kali ini, mungkin menjadi ulang tahun terbaik dalam hidupku.

Bukan boneka cantik keadoku, tapi perhatian dan kasih sayang teman-temanku yang selama ini kuinginkan.

Bukan kotak berbungkus kertas kadoku, tapi perasaan diterima dan diakui serta dicintai oleh teman-teman dan saudara-saudaraku.

Bukan lagi materi yang jadi kadoku, tapi Ramadhan dan keberkahan yang ada di dalamnya. Semoga dapat kulenturkan nafsu yang selalu membelenggu diri tiada henti-henti. Kumengharapakan Ramadhan kali ini penuh makna. Agar dapat kulalui dengan sempurna.

Marhaban ya Ramadhan!

NB: u/ group nasyid Raihan, mohon kerelaannya karena telah mengutip salah satu lagunya Smile

Posted by re_here at 16:45:34 | Permalink | Comments (2)