Mari Menjaga Kesehatan
Semester ini, aku merasa waktu berjalan semakin cepat saja. Sepertinya tak akan cukup waktu tersebut untuk menyelesaikan setiap tugas dan pekerjaan. Baru melakukan beberapa pekerjaan saja, tiba-tiba waktu sudah berlalu sedemikian cepatnya. Menyelesaikan pekerjaan menjelang deadline menjadi suatu tren baru dalam hidupku. Seminggu berlalu rasanya seperti sekejap saja. Tiba-tiba, wew sudah akhir pekan saja! Dan sekejap lagi, wew sudah hari Senin lagi!
Cepatnya waktu berlalu sering diimbangi dengan mengurangi waktu tidur dengan dampak yang bermacam-macam. Dari kadang-kadang bangun kesiangan, bangun dengan ga fresh (pegel-pegel), pusing, ngantuk, dan kadang-kadang juga sakit. Mengenai sakit ini, aku mengakui bahwa mungkin juga karena kesalahanku. Pada suatu malam menjelang ujian, aku belajar hingga larut. Rasanya ingin tidak tidur saja saat itu. Kalaupun tidur, jangan lama-lama deh. Alhasil, malam itu, aku sukses belajar sampai larut sekali dan tertidur di lantai. Padahal saat itu sedang musim penghujan, hawa malam agak-agak “semribit”.
Keesokan paginya, saat terbangun.. Aku merasakan dalam rongga dadaku terasa sangat lembab, batuk pun tak tertahankan. Hiiy, jadi agak-agak takut kalau flek-nya kambuh. Seketika itu juga aku bertekad, ga lagi-lagi deh sengaja tidur di lantai ubin selama masih bisa tidur di tempat tidur. Apalagi kalau ga pakai alas kaya’ waktu itu. Cari penyakit aja… sebelum apapun yang ditakutkan terjadi, aku segera menelan kapsul-kapsul habatussauda dengan rajinnya. Semoga cepat sembuh, Nak!
Beberapa hari yang lalu, aku kembali begadang untuk mengerjakan suatu urusan. Kalau pusing karena penatnya pekerjaan, rehat dulu. Rehatnya ngemil or nge-game (aduh, Nak.. jangan menyia-nyiakan waktumu untuk nge-game forever! Kalau sekali-sekali, boleh ga ya?). Agak fresh, lanjut lagi kerjanya. Begitu seterusnya hingga tak terasa sudah lewat tengah malam. Yah, kira-kira jam setengah 2 malam, kupaksa diriku untuk rela tidur.
Sekitar 4 jam kemudian, aku merasakan ada sesuatu yang bergetar-getar. Ternyata ada telepon dari my mom. Alhamdulillah, jadinya bangun jugalah diriku.. Ga terlalu kesiangan, insya Allah. Dalam telepon, ibu mengingatkanku untuk menjaga kesehatan. Mengingatkanku ‘tuk tak lupa makan. “Makan tapi jangan sekedar kenyang! Makan makanan yang bergizi. Tambah dengan minum suplemen.”
Jleb, jleb.. makanan yang bergizi ya? Huks, huks.. akhir-akhir ni aku sering makan makanan tak bergizi. Fhh, ini tidak boleh dibiarkan. Jangan-jangan tidak optimalnya kerja akhir-akhir ini juga karena kurangnya asupan dari makanan yang bergizi? Baiklah, mari kita kembali ke pola makan yang sehat. Semoga dengannya akan terbentuk juga pola hidup yang sehat. Tak lupa untuk terus berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa melindungi diri kita.
* * *
“Allohumma ‘afini fi badani, Allohumma ‘afini fi sam’i, Allohumma ‘afini fi bashori. La ilaha illa anta. Allohumma inni a’udzubika minal kufri wak faqri, wa a’udzubika minal ‘adzabil qobr. La ilaha illa anta.”
“Ya, Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. AKu berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau.”
(Dikutip “Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih” yang disusun oleh Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas . Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no.7-1), Abu Dawud (no. 5090), dan Ahmad (V/42) dari Abu Bakrah radhiyallohu ‘anhu. Lihat Shahih al-Adabil Mufrad (no.539)).