Tuesday, April 29, 2008

TMII (bagian 2): Museum Keprajuritan Indonesia

Puas menikmati berbagai kerajinan, aku keluar dari Pusat Industri Seni dan Kriya. Shalat Jumat masih belum usai, aku pun memutuskan untuk mengelilingi bagian depan Taman Mini yang tadinya hanya kami lewati. Aku memasuki sasana-sasana yang tadi terlihat oleh kami. Di dalam sasana-sasana tersebut, dijual beberapa makanan khas daerah tertentu. Ada pula potongan-potongan kayu yang dijual. Unik, potongan-potongan kayu! Saat kulihat dengan lebih teliti, ternya potongan-potongan kayu tersebut adalah kayu-kayu dari pohon yang berbeda. Ada pohon jati, mahoni, cendana, dan lain-lain. Kayu-kayu tadi di-pack dalam sebuah wadah yang cantik. Aku membayangkan, berapa banyakkah souvenir-souvenir tadi diproduksi? Bila ternyata souvenir tersebut diproduksi secara massal, tentulah nyata perbuatan manusia yang membuat kerusakan di muka bumi.

Berkeliling dengan berjala kaki ternyata cukup melelahkan. Aku memutuskan untuk menuju ke “Mini Borobudur” yang terletak di depan masjid mini “Pangeran Diponegoro”, tempat di mana Ansyah dan Daus menunaikan shalat jumat. Melihat miniatur dan membaca sejarah candi itu membuat anganku akan masa lalu melambung. Hal itu membuatku semakin bangga menjadi orang Indonesia. Karya itu menunjukkan betapa tingginya peradaban manusia Indonesia di masa lalu. Betapa cerdas, kreatif, dan tingginya jiwa sen mereka (sayangnya, mengapa mereka menyembah selain kepada Allah???). Bila nenek moyang bangsa Indonesia saja bisa sehebat itu, mestinya kita bisa menjadi bangsa yang hebat pula. Andaikan saja kita mau sadar untuk terus menggali dan mengoptimalkan potensi diri kita.

Hmmm, shalat Jumat telah usai. Kini tiba giliranku untuk menunaikan shalat Dzuhur. Ansyah dan Daus akan menungguku di Pusat Industri Seni dan Kriya.

* * *

Aku kembali bergabung dengan Ansyah dan Daus. Kami memutuskan untuk mengunjungi Museum Keprajuritan. Dengan tiket masuk seharga Rp1500,00, kami dapat menikmati berbagai diorama dan miniatur senjata-senjta yang pernah digunakan bangsa Indonesia untuk mengusir penjjah. Museum ini sangatlah gagah karena wujudnya merupakan sebuah miniatur benteng pertahanan berbentuk segi lima. Nuansa militer dapat sangat kita rasakan dalam museum tersebut.

Museum Keprajuritan teletak di dekat Museum Transportasi Indonesia. Oleh karenanya, kami sempat pula memasuki dua buah kapal. Suasana di dalam kapal mengingatkan kami akan film-film bajak laut. Untuk sesaat, kami berkhayal menjadi segerombolan bajak laut yang gagah.

Satu hal yang unik adalah kedua kapal tadi dihubungkan oleh sebuah jembatan gantung. Kami iseng meloncat-loncat sejenak sehinga jembatan pun bergoyang bergelombang. Kami harus menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh ke dalam air. Kemudian saat kami tiba di tempat yang baku, kami masih merasakan senssasi bergoyang-goyang sampai-sampai kami berbikir bahwa tempat kami berpijak memang bergoyang - tapi tentu saja tidak :D.

Puas bermain menjadi bajak laut, kami menuruni kapal menuju halaman Museum Keprajuritan. Di depan musemum yang gagah itu, berkibar Sang Merah Putih dengan penuh wibawa. Kibarannya anggun mencerminkan kemenangan yang kita raih sehingga ia dapat berkibar dengan tenang. Didukung suasana sekitar museum yang sepi, dihembus angin yang sepoi-sepoi, kami semua terdiam. Termenung kami melihat jayanya sang Merah Putih berkibar. Refleks, aku mengangkat tangan melakukan posisi hormat. Tindakan yang juga diikuti oleh Ansyah dan Daus.

“Siapa berani menurunkan engkau, serentak rakyatmu membela

Sang Merah Putih yang perwira, berkibarlah slama-lamanya….”

—to be continued

Posted by re_here at 09:09:51
Comments

6 Responses to “TMII (bagian 2): Museum Keprajuritan Indonesia”

  1. drivers says:

    Thanks so very much for taking your time to create this very useful and informative site.

  2. download says:

    You are so totally right (write!)

  3. Mustika says:

    makasih utda kasih informasi tentang tmii. . . beruntung banget. . .jadi, aku ada bahan buat bikin tugas sekolah!!!!

  4. Anonymous says:

    @drivers:
    thank u. i hope this is an useful writing ^_^

  5. Anonymous says:

    @ download:
    thx for spirit

  6. Anonymous says:

    @ mustika:
    ok. semoga bermanfaat ya… ^_^

Leave a Reply