Sunday, February 18, 2007

Akhirnya…..!!!!

Hueee…. setelah berminggu-minggu *ato berbulan-bulan ya*, berhasil juga buka blog.com n sukses nge-klik new post! Berarti emang waktu itu servernya lagi bermasalah, jadinya ya ga bisa posting. Nich, di sini aku mau bayar utang. Kan pada pengen tahu tentang Salatiga… makanya aku nulis tentang Salatiga. Yuk, bacabacabaca…

*    *    * 

Salatiga? Apa yang menarik dari Salatiga? Entahlah.. bagiku, yang menarik dari kota ini adalah kesejukan dan keasrian alamnya. Meski sekarang pembanguan telah merebak di segala penjuru, pemandangan gunung di balik sekolah masih saja nampak. Bila aku bersepeda melepas rinduku pada kota ini, sejuk dan bersihnya udara serta gunung-gunung dan sawah selalu menyejukkan mata dan hati. Kebanyakan orang-orang sukses yang telah pensiun pun memilih kembali ke Salatiga untuk menikmati masa senjanya. Tak heran bila Salatiga dijuluki sebagai “kota pensiun”.

Salatiga memang kota indah yang dikelilingi oleh berbagai macam gunung, dari yang aktif hingga yang telah mati. Dari Merapi, Merbabu, Gajah Mungkur, hingga Telomoyo. Bagi orang-orang yang suka mendaki gunung, Salatiga bisa jadi salah satu tempat strategis yang memudahkan kita untuk mendaki gunung manapun.

 

Selain udaranya yang sejuk, warga dan harga-harga barang di Salatiga sangatlah ramah. Di kota ini, kemungkinan warganya untuk saling kenal sangatlah besar. Hal ini terutama disebabkan oleh sekolah-sekolah favorit yang berada di tengah kota. Memungkinkan anak-anak dari daerah terpencilpun di Salatiga, asalkan berprestasi, berkumpul di sekolah-sekolah ini. Tak jarang, anak-anak luar kota memilih sekolah di Salatiga meskipun kualitas sekolah di kotanya juga bagus.

Harga-harga barang di Salatiga yang relatif murah sangat kusadari setelah selama kurang lebih empat bulan aku hidup di Depok dan Jakarta. Saat aku pindah dari Salatiga ke Depok, perbedaan harga tak terlalu terasa. Mungkin hal ini disebabkan karena kebutuhan yang harus dipenuhi, yang secara tak sadar memang harus dikeluarkan. Menurutku, hidup di Depok pun tak terlalu mahal. Masih wajarlah… tidak terlalu njegleg dengan hidup di daerah.

Tapi begitu aku kemarin pulang ke Salatiga… weeew… aku baru sadar kalau hidup di Salatiga memang murah meriah. Tarif angkot untuk umum, jauh dekat Rp2000,00. Itu pun masih bisa Rp1000,00 saja bila jaraknya masih relatif dekat. Sedangkan untuk pelajar dan mahasiswa, jauh dekat Rp1000,00. Pelajar dan mahasiswa ini maksudnya bila si pelajar atau si mahasiswa akan berangkat/pulang sekolah/kampus. Atau bisa juga bila si pelajar masih memakai seragam. Selain itu, tarif yang berlaku adalah tarif umum.

Berikut sedikit daftar harga makanan di Salatiga:

French Fries di Indonet (enak banget lho!)…………………………………….       Rp3000,00

Indomie ga pake telur………………………………………………………………..       Rp1000,00

Indomie pake telur…………………………………………………………………….       Rp1800,00

Es teh gelas besar …………………………………………………………………….       Rp 800,00

Soto Bu Doe (ini mah favoritku!)………………………………………………….       Rp1750,00

Gudeg Mbak Tun porsi mahasiswa………………………………………………       Rp3000,00

Mie Ayam……………………………………………………………………………….       Rp2000,00

(apa 2500 ya? Aku lupa. Pokoknya murah lah!)

Yach.. murah kan? Makanya, mainlah ke Salatiga. Kalo’ tarif kolam renang Kalitaman aku belum survei. Dulu pas jaman baheula sich Rp400,00. Sekarang berapa ya? Rp2000,00 kali ya? Ga tahu dech.  Belum survei ke sana…

Bioskop… ada kok di Salatiga. Dulu sich ada 3-4 bioskop: Salatiga Theatre, Atrium, Madya, dan Reksa (???!!??!@@?@!!). Sekarang dah tutup semua, tinggal Reksa doang! ‘N aku kalo mau nonton bioskop mending ke Semarang aja ketimbang nonton di Reksa. Soalnya… glek.. Reksa itu… film-filmnya… ***** thiiiitttt**** disensor ajah yah!

Yach, pokoknya Salatiga tuh paling asik kalo dibikin buat jalan-jalan, goes pake sepeda (bagi yang niat ky b2w-ers), n buat jajan-jajan.

So, ditunggu semuanya di Salatiga…

NB: sapa yang nunggu ya? Orang akunya di Depok. Hehehe….

Posted by re_here at 14:09:17 | Permalink | Comments (7)