Cita-Cita Besar
Huah……. Dah seminggu lamanya aku ngga buka blog ini. Kangen rasanya nulis lagi. 
Habis cape deh, seminggu ini tugas full banget. Sampe ga tidur segala gitu. Alhamdulillah tadi malem bisa tidur pulas. Begitu balik dari kampus aku tidur dengan suksesnya sampai subuh.
Di sela-sela keletihan dan kelelahan kuliah, ada juga waktunya bercengkrama dengan teman-teman. Di saat itulah, aku mendapatkan salah satu pelajaran berharga. Pelajaran itu kuambil dari cerita yang diceritakan temanku, Rommy. Thanks to Rommy yang bijak. 
* * *
Pada suatu waktu, tersebutlah seorang pemuka agama. Saat ia masih kecil, ia bercita-cita “Aku ingin mengubah dunia ini (ke arah yang lebih baik)”. Waktu pun berjalan dengan keinginannya tersebut.
Setelah ia agak besar, ia mendapati bahwa dia tidak mampu untuk mewujudkan hal tersebut. Maka ia mengubah cita-citanya, “Aku akan mengubah negaraku.” Ia pun bangkit kembali dengan membawa cita-citanya yang baru.
Saat ia remaja, ia semakin mendapati bahwa dia tak mampu mewujudkan hal tersebut. Kembali ia bimbang. “Aku tak mungkin mengubah negaraku. Baiklah, aku akan mengubah kotaku.”
Waktu terus berjalan hingga remaja itu beranjak dewasa. Tantangan hidup yang semakin berat kembali membuatnya bimbang, ia pun berpikir “Sudahlah, aku akan mengubah keluargaku.”
Sekarang, sang pemuka agama itu berkata “Andai saja sejak awal aku bertekad untuk mengubah diriku sendiri, mungkin aku bisa menjadi contoh untuk keluargaku sehingga keluargaku bisa menjadi contoh untuk kotaku dan kotaku bisa menjadi contoh untuk negaraku sedemikian hingga negaraku bisa menjadi contoh untuk dunia.”
* * *
Apa yang bisa kita ambil dari cerita itu? Bukan berarti kita tidak boleh memiliki cita-cita yang tinggi, tapi hendaknya kita merencanakan segala sesuatunya dari sesuatu yang kecil. Baik, kita memiliki cita-cita yang tinggi, tapi kita harus merencanakan dan mengusahakannya sampai ke hal-hal yang terkecil.
Sebagai contoh, bila kita ingin menjadikan kota kita bersih, mulailah dari diri sendiri. Jangan membuang sampah sembarangan, pisahkan sampah menurut jenisnya, olah sampah semaksimal mungkin. Di samping itu, ingatkan dan ajaklah saudara kita, keluarga kita, teman kita, tetangga kita, dan seterusnya untuk mengikuti langkah kita. Bila semua sistem berjalan lancar, jadilah kota kita kota yang bersih.
Yah, yang ditekankan dari cerita ini adalah: Untuk menghasilkan sesuatu yang besar, kita harus mulai dari hal-hal yang kecil.