Menuju Gerbang Kemerdekaan
Merdeka? Nampaknya masih jauh kata itu dari negara kita. Memang benar kalau kita telah terbebas dari intervensi militer. Namun sudah merdekakah kita dari intervensi budaya? Banggakah kita dengan mengenakan produk dalam negeri? Banggakah kita dengan segala hal yang berbau Indonesia?
Jujur saja kita masih belum bisa terlepas dari produk luar negeri. Yang patut kita pertanyakan adalah, mengapa kita tidak bisa membuat produk2 seperti yang mereka buat?
Komputer, di mana para sarjana teknik elektro, komputer, informatika dari negeri kita? Handphone juga demikian. Apakah kita sekolah tinggi2 hanya untuk bekerja di perusahaan orang? Tidakkah kita ingin mendirikan suatu perusahaan yang kelak dapat memproduksi barang2 primer tersebut dengan kualitas yang sepadan?
Nampaknya memang kita telah terjajah dalam hal produk berkualitas. Tidak sadarkah kita bahwa kita juga mampu? Anda ingin bukti? Lihatlah Aqua, Telkom, Indosat.. mereka adalah produk domestik. Namun karena kesalahan oknum, mereka dijual ke perusahaan asing. Habislah perusahaan kita…
Freeport? Hanya sebagian kecil saja hasil yang kita dapatkan. Sebagian besar hasil Freeport masuk ke kantong pengusaha asing.
Ikan? Kita adalah negara dengan perairan terluas dan jenis ikan terbanyak di dunia. Tapi sudahkah kita mengolah semuanya dengan baik? Yang terjadi adalah ikan kita dicuri oleh negara2 tetangga kita. Ayo Indonesia, bangunlah!! Sudah cukup kalian tertidur oleh kenikmatan sesaat! Bangunlah dan lihat kekerasan hidup yang sesungguhnya! Hadapi kekerasan hidup itu untuk kehidupan yang lebih baik.
karena kamu bikin blog, bu us jadi kepingin bikin juga lho. Bu us sudah bilang kalau kamu itu memang bakat jadi penulis. Terusin deh. Bu Us dukung deh. lagunya asyik juga lho, nambah keimanan gitu. Saat ini Bu Us lagi sendiri jadi merasa punya teman deh. gitu dulu ya lain kali disambung lagi. terus berkarya ya, siapa tahu nanti bisa seperti sang idola, habiburrahman.
bu us, makasih, bu.. ntar kalo ibu sudah punya, saya diberi alamatnya yach! trus, Bu Us ni cepet banget ya? perasaan saya sms ibu malam2 banget, kok pagi ini dah ada comment. ngepasin lagi di warnet ya bu? saya mohon doa restunya biar bisa sukses di jakarta sini dan bisa kembali lagi..
makasih ya, bu…
Tuh udah dibaca. Tulisannya nggak jelek-jelek amat. (Maksudnya apa ya? Jelek atau bagus? he he he. Maksudnya bagus kok.) Keep on writing.
Budi Rahardjo, makasih pak budi, dunia maya emang asyik.. meski belum pernah ketemu pak budi, tetep aja teman tetap teman. terima kasih semangatnya.
kirana, kamu pinter nulis juga yaaa … tulisannya bagus! kalo kita menuntut kemerdekaan dari segi personal masing orang disini, ga mungkin kayaknya ya. tiap individu sendiri punya misi masing2. lepas itu dari masalah halal atau ngga, tapi yang penting, bisa menguntungkan diri sendiri
itu yang susah diilangin …….. hehehe
Engeltje, hihihi.. sama2 baru belajar kok. oia kak, ada byk yg kutanyain k km di friendster euy! tambah byk maksudnya. sorry ya, makanya aku pengen ketemu kakak biar puas nanyanya. masih banyak lagi kok, tenang aja.
(sabar ya temenan ma aku..)
Secara pribadi memang negara kita belum sepenuhnya merdeka coba visit blog saya, isi dan unek-uneknya hampir sama …!
Abah, hehehe.. si abah ini ternyata sependapat dengan saya yach! emang negara kita belum sepenuhnya merdeka. liat deh di pembukaan uud 1945.